126 Peserta Ikuti Diklat Pelatih Taekwondo Nasional di Lampung

Bandar Lampung, 21 September 2026 - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Lampung resmi menjadi tuan rumah Sertifikasi dan Pelatihan Dasar Pelatih Tingkat Nasional yang digelar pada Senin (21/9).

Kegiatan tersebut diikuti 126 peserta yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Lampung serta sejumlah provinsi di wilayah Sumatera. Pelaksanaan diklat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelatih dengan pendekatan berbasis sport science.

Ketua Bidang Pendidikan, Penataran, Litbang Olahraga dan Sport Science KONI Lampung, Dr. dr. Khairunnisa Berawi, M.Kes., AIFO, menyambut positif kolaborasi antara Pengprov TI Lampung dan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

"Saya melihat ini kegiatan yang sangat positif, yang tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi Provinsi Lampung, tapi juga prestasi di tingkat nasional. Saya yakin dengan dilaksanakannya diklat ini di sini, akan menjadi motivasi bagi Pengprov TI Lampung untuk meningkatkan prestasi dan belajar banyak dari para pakar dari pusat."

Dr. dr. Khairunnisa Berawi, M.Kes., AIFO, Ketua Bidang Pendidikan, Penataran, Litbang Olahraga dan Sport Science KONI Lampung

Menurut Khairunnisa, pelatihan tingkat dasar tersebut merupakan langkah awal yang perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun fondasi kepelatihan dan mencetak atlet-atlet yang memiliki kemampuan untuk berkembang di masa depan.

Dorong Standardisasi Kepelatihan Berbasis Sport Science

Kabid Perwasitan, Diklat, dan Pengembangan PBTI Pusat, Mukhlis Ba' Alwi, menekankan pentingnya standardisasi dalam proses kepelatihan. Menurutnya, pembinaan atlet perlu didukung metode yang terukur dan tidak hanya mengandalkan pengalaman secara otodidak.

"Harapannya jangka panjang adalah prestasi yang baik. Kami sebagai Pengurus Besar Taekwondo Indonesia berharap atlet-atlet yang dilatih dengan baik dari dasar di provinsi atau di tempat latihan paling dasar bisa sampai ke level atlet nasional."

Mukhlis Ba' Alwi, Kabid Perwasitan, Diklat, dan Pengembangan PBTI Pusat

Ia menjelaskan bahwa penerapan sport science menjadi salah satu materi penting dalam pelatihan. PBTI juga menghadirkan komisi sport science untuk mengkolaborasikan pengalaman para pelatih dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Di sini yang kita tekankan kepada pelatih adalah penggunaan sport science dalam melatih. Karena banyak pelatih masih otodidak, melatih dari pengalaman. Kita harapkan di pelatihan ini kita juga datangkan komisi sport science dari PBTI untuk mengkolaborasikan pengetahuan rekan-rekan pelatih dengan teknologi sport science demi peningkatan prestasi."

Mukhlis Ba' Alwi, Kabid Perwasitan, Diklat, dan Pengembangan PBTI Pusat

Lampung Kembali Menjadi Tuan Rumah

Ketua Pengprov TI Lampung, Ali Hanafiah, menyampaikan rasa syukur karena Lampung kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan pelatihan tingkat nasional. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan taekwondo di Lampung.

"Kami dari Pengprov Lampung sangat bersyukur karena menjadi tuan rumah. Sejak tahun 1998 dan baru tahun 2026 ini bisa menjadi tuan rumah kembali."

Ali Hanafiah, Ketua Pengprov TI Lampung

Ali optimistis peningkatan kompetensi pelatih melalui sertifikasi dan pelatihan tersebut dapat memberikan dampak terhadap pembinaan atlet, khususnya kelompok junior. Ia menargetkan hasil pembinaan dapat mendukung kebutuhan prestasi jangka pendek sekaligus membangun fondasi atlet untuk jangka panjang.

"Kami berharap dengan peserta yang tersebar di 13 kabupaten/kota ini bisa mendidik murid-murid junior kita. Kalau pelatihnya bersertifikasi dan kompeten, kita harapkan bisa memunculkan bibit-bibit junior untuk jangka panjang 2032. Namun untuk 2028, kita sudah siapkan tim terbaik. Mudah-mudahan bisa mengharumkan nama Lampung di 2028, insya Allah."

Ali Hanafiah, Ketua Pengprov TI Lampung

Pelaksanaan sertifikasi dan pelatihan dasar ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembinaan taekwondo di Lampung dan daerah lainnya. Peningkatan kualitas pelatih melalui standardisasi dan penerapan sport science menjadi salah satu fondasi untuk mendukung lahirnya atlet berprestasi di masa mendatang.