Grand Final Sirkuit Pencak Silat Lampung Diikuti 129 Peserta

Bandar Lampung, 25 September 2026 - Grand Final Sirkuit Pencak Silat 2026 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung resmi dimulai pada Jumat (25/9). Ajang tersebut diikuti sebanyak 129 pesilat dari 15 kabupaten/kota se-Lampung.

Para peserta merupakan pesilat yang berhasil menjadi juara pada Sirkuit 1, 2, dan 3. Grand Final berlangsung selama tiga hari, 25-27 September 2026, di Padepokan IPSI Lampung, Pahoman, Bandar Lampung.

Sekretaris IPSI Lampung, Riagus Ria, mengatakan para peserta akan memperebutkan predikat terbaik sekaligus gelar juara umum Sirkuit Pencak Silat Lampung 2026. Sebanyak 98 partai, baik putra maupun putri, dipertandingkan dalam Grand Final tersebut.

"Pada grand final ini kami melaksanakan 98 partai, baik putra maupun putri. Mereka akan memperebutkan juara dan juara umum. Untuk juara umum akan ada uang pembinaan, yang disiapkan oleh IPSI Lampung."

Riagus Ria, Sekretaris IPSI Lampung

Riagus menyebut Grand Final tahun ini menjadi ajang penting karena mempertemukan pesilat terbaik dari 15 kabupaten/kota. Selain menentukan juara sirkuit, hasil pertandingan juga dapat menjadi salah satu rujukan dalam melihat potensi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang di Bandar Lampung.

"Tentunya grand final ini menjadi rujukan bagi Kabupaten/Kota, di mana bulan November nanti akan ada Porprov. Tidak menutup kemungkinan, atlet yang berlaga di sirkuit, akan berlaga di Porprov. Hasil sirkuit bisa menjadi referensi untuk Porprov."

Riagus Ria, Sekretaris IPSI Lampung

Bagian dari Program Pembinaan Atlet

Grand Final Sirkuit Pencak Silat Lampung 2026 juga diikuti sejumlah pesilat terbaik Lampung yang sebelumnya memperkuat daerah pada ajang PON Beladiri Kudus 2025. Kehadiran para pesilat tersebut menambah persaingan dalam perebutan posisi terbaik pada Grand Final.

Riagus mengatakan hasil Grand Final akan menjadi bagian dari program pembinaan IPSI Lampung dalam menghadapi berbagai agenda olahraga nasional. Menurutnya, pembinaan dan regenerasi atlet perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas prestasi pencak silat Lampung.

"Hasil grand final ini tentunya masuk dalam program pembinaan IPSI, untuk menghadapi even-even nasional. Pembinaan dan regenerasi harus terus dilakukan, agar kita tidak tertinggal bahkan kalah bersaing dengan Provinsi-Provinsi lain."

Riagus Ria, Sekretaris IPSI Lampung

Sirkuit sebagai Program Pembinaan Berkelanjutan

Menurut Riagus, rangkaian sirkuit merupakan salah satu program kerja IPSI Lampung dalam pembinaan dan pengembangan pencak silat. Kompetisi berjenjang tersebut menjadi ruang untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan potensi pesilat yang dapat dikembangkan menuju level yang lebih tinggi.

Program pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan IPSI Lampung terhadap pengembangan olahraga Lampung secara umum, termasuk persiapan menghadapi berbagai agenda olahraga nasional. Selain PON 2028 yang menjadi salah satu prioritas pembinaan, Lampung juga dipersiapkan sebagai salah satu daerah penyelenggara bersama dalam PON 2032 Lampung-Banten.

Melalui Grand Final Sirkuit 2026, IPSI Lampung terus mendorong pembinaan dan regenerasi pesilat agar mampu menjaga keberlanjutan prestasi pencak silat Lampung di tingkat nasional.