BANDAR LAMPUNG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai melakukan tes fisik bagi para atlet cabang olahraga bela diri yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara.

Tes fisik tersebut berlangsung di Kantor KONI Provinsi Lampung dan diikuti sejumlah atlet dari beberapa cabang olahraga bela diri, di antaranya tinju, anggar, hapkido, dan kickboxing.

Selanjutnya, pelaksanaan tes akan dilanjutkan bagi atlet cabang olahraga Muay Thai, kurash, serta Mixed Martial Arts (MMA).

Pelaksanaan tes fisik menjadi salah satu bagian penting dalam proses persiapan dan seleksi atlet Lampung yang akan diproyeksikan tampil pada PON Bela Diri 2026.

Kualitas Fisik Atlet Mengalami Peningkatan

Berdasarkan hasil sementara sejumlah indikator kebugaran yang diukur, terdapat peningkatan kualitas fisik atlet dibandingkan dengan pelaksanaan PON Bela Diri sebelumnya.

“Memang sejauh ini dari beberapa pos tes atau indikator kebugaran yang kita ambil, secara kualitas fisik memang lebih baik dibandingkan PON Bela Diri yang sebelumnya, karena kualitas fisik mereka dari beberapa indikator tes yang kita ambil itu mengalami kenaikan sangat signifikan.” [Dr. Yopi Hutomo Bhakti] — [Kabid Binpres KONI Provinsi Lampung]

Hasil tes tersebut nantinya akan diserahkan kembali kepada masing-masing cabang olahraga. Dengan demikian, setiap cabang olahraga dapat mengetahui kondisi terkini para atlet dan melakukan evaluasi terhadap persiapan mereka menuju PON Bela Diri.

“Hasilnya kita serahkan lagi juga nanti ke cabang olahraga agar cabang olahraga bisa mengetahui sejauh mana kondisi atlet mereka untuk mempersiapkan diri di PON Bela Diri.” [Dr. Yopi Hutomo Bhakti] — [Kabid Binpres KONI Provinsi Lampung]

Standar Minimal Nilai 80

Dalam proses seleksi tersebut, KONI Lampung menetapkan standar minimal nilai 80 sebagai salah satu syarat utama.

Penilaian tidak hanya berfokus pada kondisi fisik. Aspek kesehatan, riwayat cedera, pengalaman, serta prestasi atlet juga menjadi pertimbangan dalam menentukan atlet yang akan dipersiapkan untuk berlaga di tingkat nasional.

Atlet Harus Memiliki Level Fisik Nasional

KONI Lampung menegaskan bahwa atlet yang nantinya dikirim ke PON Bela Diri 2026 harus benar-benar memiliki kesiapan dan kemampuan fisik pada level nasional.

“Kita menuju PON Bela Diri Manado. Jadi yang betul-betul levelnya fisiknya level nasional, itulah yang nanti yang akan kita kirim ke Manado nanti.” [Riagus Ria] — [Wakil Ketua II KONI Provinsi Lampung]

Menurutnya, harapan KONI Lampung tentu sebanyak mungkin atlet dapat memenuhi persyaratan dan lolos untuk memperkuat kontingen Lampung. Namun, keputusan akhir akan tetap mengacu pada hasil tes dan kondisi faktual di lapangan.

“Harapan kita tentunya banyak juga yang lolos, tapi ya kita lihat saja nanti hasilnya apa adanya ini. Kita lihat fakta lapangannya. Yang tidak memenuhi syarat ya dengan terpaksa memang kita eliminasi.” [Riagus Ria] — [Wakil Ketua II KONI Provinsi Lampung]

Membentuk Tim Terbaik Lampung

Melalui rangkaian tes fisik dan kesehatan tersebut, KONI Provinsi Lampung optimistis dapat membentuk tim terbaik yang mampu bersaing pada PON Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara.

Proses seleksi diharapkan dapat memastikan atlet yang terpilih benar-benar memiliki kesiapan fisik, kesehatan, pengalaman, serta prestasi yang sesuai dengan kebutuhan kompetisi tingkat nasional.

Dengan persiapan yang terukur dan proses seleksi yang objektif, KONI Lampung menargetkan kontingen bela diri Lampung mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Provinsi Lampung pada PON Bela Diri Manado 2026.