KONI Lampung Tes Fisik Atlet 7 Cabor Beladiri Menuju PON 2026

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menggelar tes fisik bagi atlet dari tujuh cabang olahraga yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara, yang dijadwalkan berlangsung sekitar Oktober mendatang.

Tes fisik berlangsung di KONI Provinsi Lampung selama dua hari, 20-21 Agustus 2026, dan diikuti lebih dari 80 atlet dari tujuh cabang olahraga beladiri. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi atlet yang akan memperkuat kontingen Lampung pada ajang nasional tersebut.

Tujuh Cabor Ikuti Tes Fisik

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, tes fisik diikuti empat cabang olahraga, yakni tinju, anggar, hapkido, dan kick boxing. Sementara pada Jumat, 21 Agustus 2026, giliran tiga cabang olahraga lainnya yang mengikuti tes, yaitu muaythai, kurash, serta bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA).

Tujuh Cabor yang Mengikuti Tes Fisik

  • Tinju
  • Anggar
  • Hapkido
  • Kick Boxing
  • Muaythai
  • Kurash
  • Mixed Martial Arts (MMA)
Kondisi Fisik Atlet Mengalami Peningkatan

Ketua Pelaksana Tes Fisik KONI Lampung, Dr. Yopi Hutomo Bhakti, mengatakan tes tersebut menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk menentukan atlet yang dinilai layak memperkuat kontingen Lampung di PON Bela Diri.

Berdasarkan hasil sementara dari sejumlah indikator kebugaran yang diuji, kondisi fisik atlet menunjukkan peningkatan dibandingkan pelaksanaan PON Bela Diri sebelumnya.

"Alhamdulillah, dari beberapa pos tes atau indikator kebugaran yang kita ambil, secara kualitas fisik memang lebih baik dibandingkan PON Bela Diri sebelumnya. Dari beberapa indikator, mengalami peningkatan yang sangat signifikan."

Dr. Yopi Hutomo Bhakti, Ketua Pelaksana Tes Fisik KONI Lampung

Yopi menjelaskan, seluruh hasil tes akan dikonversi dan diolah untuk mendapatkan nilai akhir masing-masing atlet. KONI Lampung menetapkan nilai minimal 80 sebagai standar utama dalam proses seleksi.

"Nilai standar utama harus 80. Jadi, yang kemungkinan nanti diberangkatkan ke PON Bela Diri harus memiliki standar nilai 80. Nanti datanya kita interpretasi dan olah."

Dr. Yopi Hutomo Bhakti, Ketua Pelaksana Tes Fisik KONI Lampung

Seleksi Tidak Hanya Berdasarkan Kondisi Fisik

Selain kondisi fisik, KONI Lampung juga mempertimbangkan sejumlah indikator lain dalam menentukan atlet yang akan memperkuat kontingen. Faktor tersebut meliputi riwayat cedera, kondisi kesehatan, pengalaman bertanding, serta rekam jejak prestasi atlet pada kejuaraan nasional maupun PON.

Meski demikian, kondisi fisik tetap menjadi salah satu faktor dominan dalam menentukan kelayakan atlet. Hasil tes juga akan menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing cabang olahraga untuk menyusun program latihan lanjutan sesuai kebutuhan atlet.

"Hasilnya nanti kita serahkan kembali kepada cabang olahraga agar mereka mengetahui sejauh mana kondisi atletnya untuk mempersiapkan diri menghadapi PON Bela Diri."

Dr. Yopi Hutomo Bhakti, Ketua Pelaksana Tes Fisik KONI Lampung

KONI Lampung Terapkan Seleksi Ketat

Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Lampung, Riagus Ria, mengatakan proses seleksi dilakukan secara ketat agar atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan fisik dan kualitas bertanding yang sesuai dengan standar persaingan nasional.

"Kita ingin lebih selektif dalam mempersiapkan atlet menuju PON Bela Diri Manado. Yang betul-betul level fisiknya sudah level nasional, itulah yang nanti akan kita kirim."

Riagus Ria, Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Lampung

Riagus menegaskan KONI Lampung tidak menetapkan kuota jumlah atlet dari masing-masing cabang olahraga. Penentuan atlet sepenuhnya akan mengacu pada hasil tes fisik serta proyeksi peluang prestasi dari masing-masing cabang olahraga.

"Kita lihat hasilnya saja, tidak menentukan kuota. Kita lihat hasil tes fisiknya, kemudian proyeksi dari cabang olahraga mana yang betul-betul bisa kita andalkan untuk meraih prestasi yang baik di Manado."

Riagus Ria, Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Lampung

Target Minimal Satu Medali Emas

Atlet yang tidak memenuhi standar akan tersisih dari proses seleksi. Sebaliknya, atlet yang dinyatakan lolos diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap prestasi kontingen Lampung di PON Bela Diri 2026.

KONI Lampung juga telah menetapkan target bagi cabang olahraga yang nantinya diberangkatkan, yakni minimal mampu menyumbangkan satu medali emas.

"Minimal harus satu medali. Kalau tidak ada target, untuk apa kita melakukan tes ini. Cabang-cabang olahraga yang kita berangkatkan tentu harus memiliki target."

Riagus Ria, Wakil Ketua Umum II KONI Provinsi Lampung

Fokus Persiapan Menuju PON Bela Diri 2026

  • Lebih dari 80 atlet mengikuti tes fisik.
  • Terdiri dari 7 cabang olahraga beladiri.
  • Tes berlangsung pada 20-21 Agustus 2026.
  • Standar nilai utama seleksi ditetapkan minimal 80.
  • Seleksi turut mempertimbangkan kesehatan, cedera, pengalaman, dan prestasi.
  • Target cabang olahraga yang diberangkatkan minimal menyumbangkan satu medali emas.
Mencari Komposisi Atlet Terbaik

Melalui rangkaian tes fisik dan proses evaluasi yang dilakukan secara terukur, KONI Provinsi Lampung berharap dapat menemukan komposisi atlet terbaik untuk menghadapi PON Bela Diri 2026 di Manado.

Atlet yang terpilih nantinya diharapkan memiliki kesiapan fisik, pengalaman bertanding, serta peluang prestasi yang kuat untuk bersaing di tingkat nasional. Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya KONI Lampung meningkatkan kualitas kontingen sekaligus mengoptimalkan peluang meraih medali bagi Bumi Ruwa Jurai.

Dengan proses seleksi yang lebih objektif dan pembinaan yang berkelanjutan, KONI Lampung berkomitmen mempersiapkan atlet terbaik untuk tampil maksimal dan membawa pulang prestasi dari PON Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara.